Senin, 30 November 2015

Zaman Praaksara




Zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia s ebelum m engenal tulisan. Praaksara berasal dari dua kata, yaitu pra yang artinya sebelum dan aksara yang berarti tulisan. Praaksara disebut juga nirleka, nir berarti tanpa dan leka berarti tulisan.
Batas antara zaman Praaksara dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa Praaksara adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman Praaksara atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir + tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga + tahun 4000 bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah Gambar berikut: Hubungan zaman praaksara dan zaman sejarah Sumber informasi zaman praaksaraSumber informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kehidupan zaman praaksara:
1. Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu karena adanya proses kimiawi. Fosil merupakan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan bahkan ribuan tahun di dalam tanah.
Contoh fosil antara lain fosil manusia, fosil binatang, fosil pepohonan (tumbuhan).
2. Artefak yaitu peninggalan masa lampau berupa alat kehidupan/hasil budaya yang terbuat dari batu, tulang, kayu dan logamGambar artefak dari batu Pembabakan zaman praaksara
1.  Pembabakan Zaman Praaksara berdasarkan Geologi
Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan Praaksara yang terdiri dari:
a.   ARKAEKUM/zaman tertua
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dari penjelasan ini tentu Anda ingin bertanya kapan muncul kehidupan? Untuk itu simak uraian berikutnya.

b.  PALEOZOIKUM/zaman primer atau zaman hidup tua
Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung. Untuk lebih mengenal bintang-binatang tersebut amatilah gambar berikut ini.

c.   MESOZOIKUM/zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan
Zaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan ijenis reptil mencapai tingkat yang terbesar sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Amati gambar berikut:Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan. Selanjutnya berlangsunglah zaman hidup barud.  NEOZOIKUM/zaman hidup baru
Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:
1)  Tersier/zaman ketiga
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primat, contohnya kera.

2)  Kuartier/zaman keempat Zaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Dan zaman ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut dengan zaman Pleistocen dan Holocen





Lembaga Sosial



Lembaga social adalah keseluruhan dari system norma yang terbentuk berdasarkan tujuan dan fungsi tertentu dalam masyarakat. Ciri-ciri dari lembaga sosial adalah sebagai berikut:
1.       Merupakan system pola pemikiran dan pola perilaku yang tersusun secara terstruktur
2.       Mencakup seluruh kebutuhan dasar manusia
3.       Merupakan cara bertindak yang mengikat
4.       Memiliki suatu tingkat kekekalan tertentu
5.       Mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu
6.       Mempunyai alat kelengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan
7.       Memiliki lambang atau symbol sebagai ciri khasnya
8.       Mempunyai tradisi tertulis maupun tidak tertulis
Penggolongan lembaga sosial adalah sebagai berikut:
1.       Berdasarkan pengembangannya
a.       Crescive institutions adalah lembaga social yang secara tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat
b.      Enected institutions adalah lembaga social yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu
2.       Berdasarkan system nilai yang diterima masyarakat
a.       Basic institutions adalah lembaga social yang sangat penting  untuk memelihara  dan mempertahankan tata tertib dalam  masyarakat.
b.      Subsidiary institutions adalah lembaga yang dianggap kurang penting
3.       Berdasarkaan sudut penerimaan masyarakat
a.       Approved institutions adalah lembaga social yang diterima masyarakat
b.      Unsanctioned institutions adalah lembaga social yang ditolak masyarakat.
4.       Berdasarkan factor penyebarannya
a.       General institutions adalah lembaga social yang dikenal hamper seluruh masyarakat dunia.
b.      Restricted institutions adalah lembaga social yang kurang dikenal dan hanya dianut oleh masyaraat tertentu.
5.       Berdasarkan fungsinya
a.       Cooperative institutions adalah lembaga social yang  menghimpun pola serta tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga
b.      Regulative institutions adalah lembaga social yang bertujuan mengawasi adat istiadat yang tidak termasuk bagian mutlak dari lembaga itu sendiri
Jenis-jenis lembaga sosial adalah sebagai berikut:
1.       Lembaga Keluarga
a.       Pengertian
Keluarga merupakan satuan social yang paling dasar dan terkecil dalam masyarakat. Para ahli merumuskan pengertian atau definisi keluarga sebagai berikut:
1)      A.M Rose
Keluarga adalah kelompok social terdiri atas dua orang atau lebih yang memperikat darah, perkawinan atau adopsi.
2)      Francis F. Merill
Keluarga adalah kelompok social kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Hubungan social di antara anggota keluarga relative tetap didasarkan atas ikatan dari perkawinan atau adopsi.
b.      Fungsi
a.       Fungsi reproduksi
Keluarga berfungsi sebagai sarana reproduksi atau sarana untuk mengembangkan dan melanjutkan keturunan manusia di muka bumi ini secara sah.
b.      Fungsi protektif atau perlindungan
Keluarga dapat menjalankan fungsi protektif atau fungsi memberikan perlindungan bagi seluruh anggota keluarga.
c.       Fungsi ekonomi       
Fungsi ekonomi keluarga meliputi pencarian nafkah, perencanaanya serta penggunaannya.
d.      Fungsi  edukatif
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang  pertama bagi anak.
e.      Fungsi sosialisasi
Anak memperoleh sosialisasi yang pertama di lingkungan keluarganya. Orang tuanya mempersiapkan dia untuk  menjadi anggota masyarakat yang baik.
f.        Fungsi afeksional
g.       Pada saat anak masih kecil, ia dapat merasakan dan menangkap suasana perasaan yang meliputi orangtuanya pada saat anak berkomunikasi dengan orang tuanya.
h.      Fungsi Religius
Keluarga berkewajiban memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lainnya kepada kehidupan beragama.
i.         Fungsi rekreatif
Keluarga menciptakan suasana keluarga yang akrab, ramah, dan hangat diantara anggota – anggotanya.
j.        Fungsi pengendalian social
Keluarga dapat melakukan upaya preventif dan kuratif, seperti mengingatkan, menyadarkan ataupun menghukum anggota yang telah melakukan perilaku menyimpang atau meanggar nilai dan norma keluarga dan masyarakat
c.       Struktur Keluarga
Struktur  atau susunan keluarga terbentuk karena adanya  penambahan keluarga. Masyarakat Indonesia mengenal beberapa sistem susunan keluarga yaitu:
1)      Unilateral
Unilateral adalah suatu susunan keluarga yang menarik garis keturunan dari satu garis keturunan saja. Ada dua macam susunan keluarga yaitu:
a)      Patrilineal, yaitu sususnan keluarga yang menarik garis keturunan hanya dari pihak ayah atau pihak laki-laki.
b)      Matrilineal, yaitu sususnan keluarga yang menarik garis keturunan hanya dari pihak ibu (wanita).
2)      Bilateral
Bilateral disebut juga parental adalah susunan keluarga yang  menarik garis keturunan dari kedua belah pihak, yaitu ayah dan ibu.
3)      Double Unilateral
Double Unilateral adalah susunan keluarga yang menarik garis keturunan dari kedua macam susunan kekerabatn sepihak (unilateral).

2.       Lembaga Agama
Lembaga keagamaan adalah organisasi yang dibentuk oleh umat beragama dengan maksud untuk memajukan kepentingan keagamaan umat yang bersangkutan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keagamaan masing-masing umat beragama. Fungsi – fungsi lembaga agama, yaitu:
a.       Tempat untuk membahas  dan menyelesaikan segala masalah yang menyangkut keagamaan.
b.      Memeihara dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama umat yang bersangkutan.
c.       Memelihara dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat yang bersangkutan.
d.      Mewakili umat dalam berdialog dan mengembangkan sikap saling menghormati.
e.      Menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah dan menyebarluaskan kebijakan pemerintah kepada umat.
f.        Wahana silaturrahmi yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan.
3.       Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi merupakan lembaga yang mempunyai kegiatan dalam bidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat pada umumnya.
Tujuan lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.
Lembaga ekonomi  tidak terlepas dari kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.
a.       Kegiatan produksi
Kegiatan produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk membuat suatu barang/menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan.
b.      Kegiatan distribusi
Kegiatan distribusi adalah kegiatan untuk menyampaikan/menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen, bagi secara langsung maupun secara tidak langsung.
c.       Kegiatan konsumsi
Kegiatan konsumsi adalah kegiatan manusia untuk menggunakan tau menghabiskan barang/jasa atau memakai guna barang jasa untuk memenuhi kebutuhan.
        Peranan lembaga ekonomi adalah sebagai berikut:
a.       Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
b.      Memberi pedoman untuk melaksanakan pertukaran
c.       Memberi pedoman tentang harga jual beli barang
d.      Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
e.      Memberi pedoman tentang cara pengupahan
f.        Mengatur perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam.
4.       Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan yang dlakukan dengan tujuan  untuk mengubah tingkah laku individu kea rah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.
Fungsi lembaga pendidikan adalah sebagai berikut:
a.       Memberikan persiapan bagi peranan – peranan pekerjaan
b.      Bertindak sebagai perantara pemindahan warisan kebudayaan
c.       Memperkenalkan kepada individu – individu tentang berbagai peranan dalam masyarakat
d.      Mempersiapkan para individu dengan berbagai peranan social yang dikehendaki
e.      Memberi landasan bagi penilaian dan pemahaman status relative
f.        Meningkatkan kemajuan melalui keikutsertaan dalam riset ilmiah
g.       Memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan social
           Lembaga pendidikan memiliki fungsi manifest dan laten.
    Fungsi Manifes:
1)      Membantu seseorang untuk mencari nafkah
2)      kebudayaan dengan cara mewariskannya dari satu generasi ke generasi Melestarikan berikutnya
3)      Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri pada seseorang melalui bimbingan pribadi dan berbagai kursus
4)      Menciptakan warga Negara yang patriotic melalui pelajaran yang menggambarkan kejayaan bangsa
5)      Menunjang integrasi antar ras ataupun suku bangsa yang berbeda
    Fungsi Laten:
1)      Memupuk keremajaan atau penguluran / perpanjangan masa ketidakdewasaan
2)      Mengurangi pengendalian atau pengawasan orang tua
3)      Mempertahankan kelas social
4)      Memupuk perbedaan pendapat

5.       Lembaga Kebudayaan
Lembaga budaya adalah lembaga public dalam suatu Negara yang berperan dalam pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, lingkungan, seni, dan pendidikan pada masyarakat yang ada pada suatu daerah atau Negara.
Unsur – unsur kebudayaan dikenal sebagai tujuh universal, yaitu:
a.       Bahasa
b.      System pengetahuan
c.       Organisasi sosial
d.      System peralatan hidup dan teknologi
e.      System ekonomi dan mata pencaharian
f.        System religi
g.       Kesenian

6.       Lembaga Politik
Politik adalah semua usaha dan aktivitas manusia dalam rangka memperoleh, menjalanka, dan mempertahankan kekuasaan dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintah Negara. Lembaga berfungsi mengatur semua aktivitas politik dalam masyarakat atau Negara.
Fungsi lembaga pemerintah adalah sebagai berikut:
a.       Membangun norma melalui undang – undang yang disampaikan oleh badan-badan legislative
b.      Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui
c.       Menyelesaikan konflik yang terjadi diantara para anggota masyarakat
d.      Menyelenggarakan pelayanan-pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan lainnya
e.      Melindungi para warga Negara dari serangan bangsa-bangsa lain dan memelihara kesiapsiagaan menghadapi bahaya.

Selasa, 20 Oktober 2015

KEBUDAYAAN DONGSON & BASCON - HOABINH

Kebudayaan Đông Sơn
Kebudayaan Đông Sơn adalah kebudayaan zaman perunggu yang berkembang di Lembah Sông Hồng, vietnam. Kebudayaan ini juga berkembang di asia tenggara, termasuk di nusantara dari sekitar 1000 SM sampai 1 SM.
Kebudayaan Dongson mulai berkembang di Indochina pada masa peralihan dari periode mesolitik dan neolitik yang kemudian periode megalitik. Pengaruh kebudayaan Dongson ini juga berkembang menuju Nusantara yang kemudian dikenal sebagai masa kebudayaan perunggu
Asal mula kebudayaan ini berawal dari evolusi kebudayaan Austronesia . Asal usulnya sendiri telah dicar adalah bangsa yue-tche yang merupakan orang orang barbar yang muncul di barat daya China sekitar abad ke-8 SM. Namun pendapat ini sama halnya dengan pendapat yang mengaitkan Dongsaon dengan kebudayaan halstatt yang ternyata masih diragukan kebenarannya.
Asumsi yang digunakan adalah bahwa benda-benda perunggu di yunnan dengan benda-benda yang ditemukan di Dongson. Meski harus dibuktikan apakah benda-benda tersebut dibuat oleh kelompok-kelompok dari Barat sehingga dari periode pembuatannya, dapat menentukan apakah benda tersebut adalah model untuk Dongson atau hanyalah tiruan-tiruannya. Jika dugaan ini benar maka dapat menjelaskan penyebaran kebudayaan Dongson sampai ke dataran tinggi burma.
Pengaruh China yang berkembang pesat juga ikut memengaruhi Kebudayaan Dongson terlebih lebih adanya ekspansi penjajahan China yang mulai turun ke perbatasan-perbatasan tonkin. Hal ini dilihat dari motif-motif hiasan Dongson memberikan model benda-benda perunggu China pada masa kerajaan-kerajaan Pendekar. Itulah sumber utama seni Dongson yang berkembang sampai penjajahan dinasti han yang merebut Tonkin pada tahun 111 SM. Meski demikian , kebudayaan Dongson kemudian memengaruhi kebudayaan Indochina selatan terutama kesenian Cham.
Ada pula yang berpendapat bahwa kebudayaan ini mendapat pengaruh hellenisme melalui model-model yang datang dari arah selatan dan Fu-nan yang merupakan kerajaan besar Indochina pertama yang mendapat pengaruh India. Namun pendapat ini tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kebudayaan Dongson yang berkembang di situs Dongson, ternyata juga ditemukan karya-karya budaya yang diinspirasikan oleh kebudayaan tersebut di bagian selatan semenanjung indochina (samrong, battambang di kamboja) hingga Semenanjung Melayu (Sungai Tembeling di Pahang dan Klang di Selangor) hingga Nusantara (Indonesia). dengan pola hidup nomaden, bermata pencaharian berburu manusia ini menghasilkan budaya paleolithikum kemudian terjadilah migrasi melanesoid dari teluk Tonkin.




Kebudayaan Bacson - Hoabinh


      Di Pegunungan Bacson dan di Provinsi Hoabinh dekat Hanoi, Vietnam, oleh peneliti Madeleine Colani ditemukan sejumlah besar alat yang kemudian dikenal dengan kebudayaan Bacson-Hoabinh. Jenis alat serupa juga ditemukan di Thailand, Semenanjung Melayu, dan Sumatra. Peninggalan-peninggalan di Sumatra berupa bukit-bukit kerang yang dinamakan kjokkenmoddinger (sampah dapur) yang memanjang dari Sumatra Utara sampai Aceh.
    Ciri dari kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran satu kepalan dan bagian tepinya sangat tajam. Hasil penyerpihannya menunjukkan berbagai bentuk, seperti lonjong, segi empat, dan ada yang bentuknya berpinggang. Di wilayah Indonesia, alat-alat batu kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Papua, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur (utara). Mereka datang di Nusantara dengan perahu bercadik dan tinggal di pantai timur Sumatra dan Jawa, namun mereka terdesak oleh ras Melayu yang datang kemudian. Akhirnya, mereka menyingkir ke wilayah Indonesia Timur dan dikenal sebagai ras Papua yang pada masa itu sedang berlangsung budaya Mesolitikum sehingga pendukung budaya Mesolitikum adalah Papua Melanesoid. Ras Papua ini hidup dan tinggal di gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan bukit-bukit kerang atau sampah dapur (kjokkenmoddinger). Ras Papua Melanesoid sampai di Nusantara pada zaman Holosen. Saat itu keadaan bumi kita sudah layak dihuni sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan manusia.
      Penyelidikan kjokkenmoddinger dilakukan oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels tahun 1925. Juga banyak ditemukan kapak genggam yang kemudian dinamakan kapak Sumatra, terbuat dari batu kali yang dibelah, sisi luarnya tidak dihaluskan, dan sisi dalamnya dikerjakan sesuai dengan keperluan. Jenis lain adalah kapak pendek (hache courte), bentuknya setengah lingkaran, bagian tajamnya pada sisi lengkung. Ditemukan pula batu penggiling (pipisan) sebagai penggiling makanan atau cat merah, ujung mata panah,flakes, dan kapak Proto Neolitikum.
     Ras Papua Melanesoid hidup masih setengah menetap, berburu, dan bercocok tanam sederhana. Mereka hidup di gua dan ada yang di bukit sampah. Manusia yang hidup di zaman budaya Mesolitikum sudah mengenal kesenian, seperti lukisan mirip babi hutan yang ditemukan di Gua Leang-Leang (Sulawesi). Lukisan tersebut memuat gambar binatang dan cap telapak tangan.
     Mayat dikubur dalam gua atau bukit kerang dengan sikap jongkok, beberapa bagian mayat diolesi dengan cat merah. Merah adalah warna darah, tanda hidup. Mayat diolesi warna merah dengan maksud agar dapat mengembalikan kehidupannya sehingga dapat berdialog. Kecuali alat batu, juga ditemukan sisa-sisa tulang dan gigi-gigi binatang seperti gajah, badak, beruang, dan rusa. Jadi, selain mengumpulkan binatang kerang, mereka pun memburu binatang-binatang besar.
    Di daerah Sumatra alat-alat batu jenis kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Lhokseumawe dan Medan. Di Pulau Jawa, alat kebudayaan yang sejenis kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di daerah sekitar Bengawan Solo, yakni bersamaan waktu penggalian fosil manusia purba. Peralatan yang ditemukan dibuat dengan cara yang sederhana, belum diserpih dan belum diasah. Alat tersebut diperkirakan dipergunakan oleh jenis Pithecanthropus erectus di Trinil, Jawa Timur.